Membuat Login dengan PHP dan Mysql

Sabtu, 13 Agustus 2011
Dalam membuat sebuah halaman admin perlu adanya proses autentifikasi yaitu suatu proses mencocokan data yang dimasukan oleh user dengan data yang ada di dalam database agar user tersebut bisa mendapatkan akses untuk masuk ke halaman admin. dalam membuat halaman login kita menggunakan fungsi session yaitu suatu fungsi di PHP yang berguna untuk menyimpan nilai variable akan bisa di gunakan di halaman yang lain. session ini di simpan di sisi server.
Untuk membuat halaman login ini, kita membutuhkan 4 (empat) buah file yaitu :
  1. conn.php digunakan untuk melakukan koneksi ke database.
  2. login.php berupa tampilan form yang berisi textbox untuk memasukan nama dan username serta memproses data yang di input oleh user.
  3. home.php digunakan untuk halaman utama admin.
  4. logout.php digunakan untuk menghapus session yang telah di buat.

Form Login

Sejarah Komputer

Senin, 25 Juli 2011
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

Sejarah perkembangan komputer dari masa ke masa selalu saja manusia menemukan sesuatu yang baru dan lebih baik, begitu juga dengan penemuan teknologi komputer. Kemajuan-kemajuan yang dicapai manusia telah mengubah bentuk dan efisiensi kerja dari komputer-komputer tersebut, sehingga kita dapat membagi perkembangan teknologi komputer dalam beberapa generasi sebagai berikut :

Komputer Generasi Pertama (1946 – 1959)
Komputer generasi pertama lazimnya digunakan khususnya untuk tujuan saintifik. Oleh kerana ukurannya yang amat besar, ketidaktepatan pemprosesan data dan harganya yang tinggi, ramai yang menganggap bahawa komputer akan kekal sebagai suatu alat yang digunakan untuk tujuan yang saintifik saja, bukan untuk kegunaan umum.
Komputer-komputer generasi pertama menggunakan tiub-tiub vakum untuk memproses dan menyimpan maklumat. Tiub vakum berukuran seperti mentol lampu kecil. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar. Beribu-ribu tiub vakum diperlukan pada satu masa supaya setiap yang terbakar tidak menjejaskan operasi keseluruhan komputer. Komputer juga menggunakan tenaga elektrik yang banyak sehingga kadang-kadang menyebabkan gangguan pada kawasan sekelilingnya.

Komputer generasi pertama mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Komponen yang dipergunakannya adalah tabung hampa udara (Vacum tube) untuk sirkuitnya.
  • Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin : Assembler.
  • Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruangan yang luas.
  • Cepat panas.
  • Proses kurang cepat.
  • Kapasitas penyimpanan kecil.
  • Memerlukan dya listrik yang besar.
  • Orientasi pada aplikasi bisnis.
Yang termasuk komputer generasi pertama antara lain :
  • UNIVAC II (pabrik pembuatnya Sperry Rand – Univac)
  • Datamatic 1000 (pabrik pembuatnya Honeywell)
  • Mark II, Mark III, IBM 702, IBM 704, IBM 709 (pabrik pembuatnya International Business Machine)
  • CRC, NCR 102A, NCR 102D (pabrik pembuatnya National Cash Register)
  • BIZMAC I, BIZMAC II (pabrik pembuatnya RCA) 

FAKTA TSUNAMI JEPANG

Sabtu, 23 Juli 2011
TSUNAMI JEPANG
Masih ingat kan sama kejadian bencana alam di Japan kemaren tepatnya tanggal 11 Maret 2011 ?

Berdasarkan info dari berbagai media, Tsunami ini dikarenakan efek gempa berskala 8,9 Skala Richter. 137 orang tewas dan 500 lain hilang. Namun, perdana menteri Jepang sudah mengatakan tidak ada kebocoran nuklir akibat Tsunami dan gempa ini karena sudah dinonaktifkan, Disini saya akan menjelaskan tentang fakta tsunami yg terjadi di jepang yang berkaitan dengan alat di greenland dan alaska yg bernama HAARP,



Sejarah Singkat HAARP :

HAARP awal mulanya dibuat untuk mendeteksi minyak dan gas alam yg berada dibawah bumi, dengan sistem kerja pemancar gelombang microwave..
terletak di greenland dan alaska..(jga salah satu penyebab terjadinya fenomena aurora)
seiring bebrapa tahun HAARP mulai dikembangkan menjadi semacam alat pelontar gelombang ke atmosfer untuk menjadi tameng bumi pda lapisan atmosfere ozon teratas (klo menurut saya mah untuk mempertebal lapisan ozon kali ya)..
lhaa,, kok berhubungan ama tsunami di jepang,,???
hmm,, klo gk salah begini pemaparan nya,,
setelah om benjamin fullford wawancara sama former japanese minister (nikigawa) dri wawancara tesebut disebut bahwa tsunami jepang disebabkn oleh "earthquake machine"..
pertama dia gak percaya..
setelah akhirnya mncul fakta tentang gelombang microwave yg maha dahsyat d langit jepang sebelum terjadiny tsunami..
dan tiada lain HAARP pun di klaim penyebabnya..
ternyata tsunami di jepang kmungkinan besar diciptakan oleh alat tsb,, dan diperkuat dengan ditemukannya video gelombang microwave yg nampak di langit bandara japan yg sempat dikira UFO..

hmm,, gimana bsa ya,,??

Manfaat dan Bahaya Bioteknologi

Jumat, 22 Juli 2011
Ibarat pedang bermata dua, ilmu Bioteknologi ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Namun dibalik memiliki manfaat besar, tapi ilmu ini juga ternyata mempunyai dampak buruk dan dapat membahayakan kehidupan dimuka bumi.

Pada tulisan ini akan dicoba memaparkan manfaat dan bahaya Bioteknologi kepada kamu, semoga pengetahuan kita dengan adanya tulisan ini akan semakin besar terhadap ilmu biologi, khususnya tentang hal manfaat dan bahaya ilmu Bioteknologi itu sendiri.

Sebelum membahas tentang bahaya ilmu Bioteknologi, maka terlebih dahulu kita akan mencari tahu apa manfaatnya, dan berikut manfaat ilmu Bioteknologi tersebut akan dibagi menjadi 3 bagian utama, diantaranya adalah:

1. Pemanfaatan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Dewasa ini telah banyak ditemukan bibit unggul dengan mengadakan hibridisasi sehingga mendapatkan varietas baru yang diinginkan. Melalui teknik hibridisasi telah didapatkan varietas unggul seperti kacang-kacangan dan serealia. Varietas padi yang bersifat unggul memiliki rasa yang enak, tahan penyakit, daya simpan lama dan berumur pendek.

Pengendalian hama dewasa ini telah dikembangkan melalui pengendalian hama secara biologis, karena penggunaan pestisida dapat menyeabkan hama menjadi resisten, sisa pestisida dapat mencemari lingkungan dan residunya tersimpan dalam tanaman yang akan menimbulkan berbagai masalah bagi kehidupan manusia. Pengendalian hama dpat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

- memanfaatkan predator alamiah, contoh : hama lebah penyengatuntuk kupu-kupu artona yang merusak kelapa.

- memutuskan siklus hidup hama, misalnya dengan mengadakan rotasi tanaman

- menggunakan bibit unggul tahan lama, misalnya VUTW ( Varietas Unggul Tahan Wereng )

Penyediaan bahan makanan khususnya perbanyakan bibit tanaman dikembangkan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman perkebunan yang diperbanyak secara vegetatif dan menghasilkan banyak tanaman klon dari sejumlah jaringan awal

Perjalanan Panjang Ipsi

Selasa, 21 Juni 2011
Perjalanan Panjang Ipsi Versi KPS Nusantara

Kesadaran nasional yang timbul dengan melawan penjajah Belanda membawa
penghargaan baru terhadap pencak silat yang dipandang sebagai salah satu
corak kebudayaan nenek moyang kita atau menurut Presiden Sukarno sebagai
"pusaka turun temurun yang menghiasi serta berguna bagi nusa dan
bangsa Indonesia". Semakin kiat masyarakat kita mencari kebesaran
nasional dan kebudayaan sendiri, semakin kiat pula keinginan untuk memahami
dan mengembangkan pencak silat.



Usaha melihara pencak silat pada masa awal Republik Indonesia memang diperlukan
oleh karena ilmu beladiri khas Melayu ini sedang mengalami krisis. Banyak
perguruan yang tidak berfungsi lagi, dan tidak sedikit tokoh dan pendekar
yang mengasingkan diri dari dunia persilatan. Hal ini disebabkan oleh
ketidakstabilan politik dan ekonomi di negara kita yang baru merdeka.
Pengaruh lain tidak adanya rangsangan dari luar yang dapat mendorong perkembangan
pencak silat. Selama penjajahan Belanda dan Jepang pencak silat mempunyai
peran yang hakiki di masyarakat sebagai sarana serangan dan beladiri,
tetapi dengan perubahan jaman belum ditemukan arti dan fungsi yang sesuai
dengan masa perdamaian.



Dengan timbulnya kesadaran bahwa pencak silat perlu dikembangkan, maka
dipandang penting mendirikan sebuah organisasi yang bersifat nasional
agar dapat membina kehidupan pencak silat di seluruh Indonesia. Cita mulia
ini tidak dapat direalisir dengan mudah, oleh karena banyak perguruan
pencak silat yang masih menutup diri, bersaing atau konflik karena perpecahan.
Kalangan pendekar juga terpisah karena afiliasi partai atau loyalitas
kepada suku yang berbeda. Selain itu masih banyak pendekar yang tidak
mau bekerja sama karena merasa jagoan di daerahnya.

Namun pada akhirnya, ungkapan rasa kecintaan terhadap pencak silat dituangkan
dalam berdirinya satu organisasi yang mengayomi aliran-aliran pencak silat
yang tersebar di Nusantara. Pada tanggal 18 Mei 1948 didirikan Ikatan
Pencak Seluruh Indonesia yang sesudah kurang lebih 25 tahun akan mengganti
nama menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Pada kongres kedua
yang diadakan antara 21-23 December di Yogyakarta diputuskan untuk mengkukuhkan
IPSI dan menyusun Pengurus Besar baru sebagai Ketua Umum Mr. Wongsonegoro
-yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri P Pendidikan, Pengajaran
dan Kebudayaan (PP dan K, sekarang Depdikbud)-

Wakil Ketua Umum Sri Paduka Paku Alam dan Penulis I Sdr. Rachmad.




Dengan mendirikan organisasi ini diharapkan bahwa pencak-silat dapat digerakan
dan disebarluaskan sampai ke pelosok-pelosok sebagai suatu ekspresi kebudayaan
nasional. Masyarakat juga mengharapkan bahwa pencak silat distandarisasi
agar dapat diajarkan sebagai pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, dan
dapat dipertandingkan dalam even-even olah raga nasional. Sesuai dengan
keinginan tersebut, langkah pertama yang diusahakan IPSI adalah terbentuknya
suatu sistem pencak silat nasional yang dapat diterima oleh seluruh perguruan
yang ada di tanah air. Untuk sementara waktu, diadopsikan sebagai 'standaard-system'
pelajaran pencak silat dasar yang sudah disusun oleh RMS Prodjosoemitro
dan diajarkan di sekolah-sekolah di wilayah Solo dengan dukungan PP dan
K Balai Kota Surakarta. Hasil dari usaha standarisasi semula ini dapat
diamati pada Pekan Olah-Raga Nasional (PON) ke-I yang diadakan pada tanggal
8-12 September 1948 di Solo. Lebih kurang 1000 anak mengadakan satu demonstrasi
pencak dengan gerakan yang standar dan sinkronis. Pada even olahraga nasional
pertama ini, pencak juga dilombakan sebagai demostrasi dalam kategori
solo dan ganda tangan kosong/senjata, suatu tradisi yang akan terus berlangsung
sampai PON ke-VII di Surabaya pada tahun 1969.



Di tahun-tahun berikut di beberapa daerah juga disusun paket pelajaran
dengan metode-metode baru yang praktis agar pencak silat dapat diajarkan
dengan muda kepada segenap lapisan masyarakat. Misalnya, di daerah Yogyakarta,
pelajaran pencak diberikan melalui gelombang Radio Republik Indonesia
(RRI). Tiap hari Senin, Rabu dan Saptu, pukul jam 6,30 pagi, pemirsa dapat
mendengar instruksi-instruksi gerak oleh pencipta S. Winadi (1951:3).



Sistim-sistim tersebut belum dapat memenuhi harapan masyarakat, sehingga
peralihan pencak silat dari sarana bela diri menjadi sejenis senam jasmani
memakan waktu yang cukup lama. Tim ahli teknik IPSI yang terdiri dari
pakar-pakar dari berbagai aliran harus mempelajari ratusan kaidah dan
gerak dan mencoba menyatukan mereka tanpa menghilangkan warna-warni yang
khas. Mereka juga harus menyesuaikan sistim pelajaran tradisional pencak
silat yang berpatokan kepada jurus (seri atau kumpulan gerakan) dengan
prinsip olah raga 'modern'. Selain mengalami kesulitan teknis dalam mengembangkan
metode dan sistematika olah raga yang dapat diterima oleh semua pihak,
IPSI juga mendapat resistensi dari kalangan pendekar tradisional yang
enggan menerima pemikiran-pemikiran baru karena tidak menginginkan reduksi
pencak silat hanya kepada satu bentuknya, yaitu olah raga. Mereka khawatir
bahwa aspek integral yang lain, khususnya aspek seni dan aspek spiritual,
akan diabaikan dan tidak dapat dirasakan lagi sebagai unsur-unsur yang
saling terkait dalam satu totalitas sosio-kosmik.